MASIGNASUKAv102
1212694102616477524

74. Surat Al-Muddatsir

Ayat 1-7

يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ ١ قُمْ فَاَنْذِرْۖ ٢ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ ٣ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ ٤ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ ٥ وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ ٦ وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ ٧

1. Wahai orang yang berkemul (berselimut)! 2. bangunlah, lalu berilah peringatan! 3. dan agungkanlah Tuhanmu, 4. dan bersihkanlah pakaianmu, 5. dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, 6. dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. 7. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.

Asbabun Nuzul

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Saya menyendiri di Gua Hira selama sebulan. Setelah selesai, saya lalu bermaksud turun ke bawah. Ketika berada di pertengahan bukit, tiba-tiba sebuah suara memanggil, tapi saya tidak melihat seorang pun. Akan tetapi, tatkala saya mengangkat kepala, tiba-tiba terlihat malaikat yang sebelumnya mendatangi saya. Saya langsung bergegas pulang. Sesampainya di rumah, saya lalu berkata, ‘Selimuti saya!’ Allah lalu menurunkan ayat, “Wahai orang yang berkumul (berselimut)! Bangunlah, lalu berilah peringatan!’ “

Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang lemah dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari Walid ibnul-Mughirah membuat jamuan untuk orang-orang Quraisy. Tatkala mereka tengah makan, walid berkata, “Apa pendapat kalian terhadap laki-laki ini (Muhammad)?” Sebagian lalu berkata, “Tukang sihir!” Akan tetapi, yang lain membantah, “Ia bukan tukang sihir” Sebagian lagi berkata, “Seorang dukun!” Akan tetapi yanglain membantah, “Ia bukan dukun!” Sebagian berkata, “Seorang penyair!” tetapi, lagi-lagi yang lain menyangkal, “Ia bukan penyair” Sebagian yang lain berkata, “Apa yang dibawanya itu (Al-Qur’an) adalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdahulu).” Tatkala Rasulullah mendengar ucapan-ucapan itu beliau langsung merasa sedih. Beliau lantas menutup kepalanya serta menyelmiuti tubuhnya dengan selimut. Allah lalu menurunkan ayat, “Wahai orang yang berkemul (berselilmut)! Bangunlah, lalu berilah peringatan!” hingga ayat 17, “Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.”


 Ayat 11

ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ ١١

11. Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,

Asbabun Nuzul

Imam Al-Hatim meriwayatkan satu riwayat yang dinilainya shaih dari Ibnu Abbas, “Suatu ketika, Walid ibnu;-Mughirah mendatangi Rasulullah. Beliau lantas membacakan beberapa potong ayat Al-Qur’an kepadanya. Hati Walid terlihat seperti tersentuh (terpengaruh) dengan ayat-ayat tersebut. Ketika kajadian itu didengar oleh Abu Jahal, ia langsung mendatangi Walid dan berkata, “Wahai Paman, sesungguhnya kamu bermaksud mengumpulkan uang untuk diberikan kepadamu. Sesungguhnya engkau mendatangi Muhammad dengan maksud untuk menentang/merintangi apa (yang telah kita sepakati) sebelumnya.’ Mendengar hal itu, Walid lalu menjawab, “Sesungguhnya seluruh orang Quraisy mengetahui bahwa saya adalah orang yang paling kaya di antara mereka.’ Abu Jahal lantas berkata, ‘Jika demikian, ucapkanlah sesuatu yang menunjukkan kepada kaummu bahwa engkau mengingkari seruan Muhammad dan membencinya.’ Walid lalu menjawab, ‘Akan tetapi, apa yang harus saya katakana? Demi Allah, apa yang doucapkannya itu tidak sedikitpun menyeru[ai hal-hal tadi (syair, sajak, puisi dan lainnya). Demi Allah, kata-kata yang diucapkannya itu sungguh menawan dan menarik hati. Apa yang dikatakannya itu bersinar diatasnya dan bercahaya di bawahnya. Kata-kata tersebut maha agung, tidak ada yang dapat menandinginya. Ia juga melibas habis apa yang ada dibawahnya!’ Mendengar ucapan Walid itu, Abu Jahal menjawab, “Sungguh kaummu belum akan tenang sampai engkau mengucapkan sesuatu (yang mn\encela Muhammad).’ Walid lalu berkata, ‘Beri saya kesempatan untuk memikirkannya.’ Setelah berfikir lama, tiba-tiba Walid berkata, ‘Ini adalah sihir yang dipelajarinya dari orang lain!’ Tidak lama kemudian, turunlah ayat, Biarkanlah aku (yang bertindak) terhadap orang yang aku sendiri telah menciptakannya.”

Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan riwayat yang serupa dari yang lainnya.


Ayat 30

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ ٣٠

30. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

Asbabun Nuzul

Imam Al-Hatim meriwayatkan satu riwayat yang dinilainya shaih dari Ibnu Abbas, “Suatu ketika, Walid ibnu;-Mughirah mendatangi Rasulullah. Beliau lantas membacakan beberapa potong ayat Al-Qur’an kepadanya. Hati Walid terlihat seperti tersentuh (terpengaruh) dengan ayat-ayat tersebut. Ketika kajadian itu didengar oleh Abu Jahal, ia langsung mendatangi Walid dan berkata, “Wahai Paman, sesungguhnya kamu bermaksud mengumpulkan uang untuk diberikan kepadamu. Sesungguhnya engkau mendatangi Muhammad dengan maksud untuk menentang/merintangi apa (yang telah kita sepakati) sebelumnya.’ Mendengar hal itu, Walid lalu menjawab, “Sesungguhnya seluruh orang Quraisy mengetahui bahwa saya adalah orang yang paling kaya di antara mereka.’ Abu Jahal lantas berkata, ‘Jika demikian, ucapkanlah sesuatu yang menunjukkan kepada kaummu bahwa engkau mengingkari seruan Muhammad dan membencinya.’ Walid lalu menjawab, ‘Akan tetapi, apa yang harus saya katakana? Demi Allah, apa yang doucapkannya itu tidak sedikitpun menyeru[ai hal-hal tadi (syair, sajak, puisi dan lainnya). Demi Allah, kata-kata yang diucapkannya itu sungguh menawan dan menarik hati. Apa yang dikatakannya itu bersinar diatasnya dan bercahaya di bawahnya. Kata-kata tersebut maha agung, tidak ada yang dapat menandinginya. Ia juga melibas habis apa yang ada dibawahnya!’ Mendengar ucapan Walid itu, Abu Jahal menjawab, “Sungguh kaummu belum akan tenang sampai engkau mengucapkan sesuatu (yang mn\encela Muhammad).’ Walid lalu berkata, ‘Beri saya kesempatan untuk memikirkannya.’ Setelah berfikir lama, tiba-tiba Walid berkata, ‘Ini adalah sihir yang dipelajarinya dari orang lain!’ Tidak lama kemudian, turunlah ayat, Biarkanlah aku (yang bertindak) terhadap orang yang aku sendiri telah menciptakannya.”

Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan riwayat yang serupa dari yang lainnya. 


Ayat 31

وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ ࣖ ٣١

31. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Asbabun Nuzul

Dari Abu Ishaq diriwayatkan bahwa suatu hari Abu Jahal berkata, “Wahai sekalian warga Quraisy, Muhammad menyatakan bahwa bala tentara Allah yang nantinya akan mengazab kalian di neraka berjumlah Sembilan belas, sementara kalian berjumlah sangat banyak. Mungkikah seratus orang dari kalian tidak mampu menghadapi satu dari mereka!” Allah lalu menurunkan ayat ini.

Riwayat yang mirip dengan diatas juga diriwayatkan oleh Qatadah.

Diriwayatkan dari Suddi, “Ketika turun ayat 30, ‘Di atasnya ada Sembilan belas (malaikat penjaga),’ seorang laki-laki dari Quraisy bernama Abu Asydaq berkata, ‘Wahai orang-orang Quraisy, janganlah kalian merasa gentar dengan Sembilan belas malaikat tersebut. Dengan bahu kanan saya ini saja saya akan mengatasi sepuluh dari mereka, sementara yang Sembilan lagi dengan bahu kiri.’ Allah lalu menurunkan ayat ini.” 


Ayat 52

بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةًۙ ٥٢

52. Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.

Asbabun Nuzul

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Suddi yang berkata, “Mereka (orang-orang kafir Quraisy) berkata, “Sekiranya Muhammad memang benar maka bisakah ia mendatangkan, ketika kita bangun dari tidur di pagi hari, sebuah lembaran yang di dalamnya tercantum ayat ini.”